Saat ini mulai banyak bermunculan bisnis – bisnis baru di bidang kuliner. Banyak masyarakat mulai dari pengusaha, ibu rumah tangga, hingga anak muda banyak mencoba bisnis kuliner dengan menyajikan beragam makanan unik. Hal penting yang seharusnya tidak dilupakan oleh pengusaha kuliner adalah izin BPOM, yang menyatakan produk olahan makanan Anda layak edar dan aman untuk dikonsumsi. Berikut ini adalah beberapa uraian mengenai Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan berbagai macam izin yang dikeluarkan BPOM :

Izin BPOM

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) adalah lembaga di Indonesia yang memiliki tugas untuk mengawasi peredaran obat dan makanan di Indonesia. Setiap produk makanan dan minuman yang beredar di Indonesia wajib memiliki izin edar bahan pangan dan minuman yang dikeluarkan oleh BPOM. Untuk mendapatkan izin BPOM, setiap produk harus memiliki label kemasan yang layak sesuai standar pemerintah yang sudah tertulis pada PP Nomor 96 Tahun 1999 Tentang Label dan Iklan Pangan.

Label harus berisi nama produk, daftar bahan yang digunakan, nama dan alamat produsen atau distributor di Indonesia, berat bersih hingga tanggal pembuatan dan tanggal kadaluarsa. Izin yang dikeluarkan BPOM, dibagi menjadi beberapa macam, meliputi PIRT, MD, ML, dan SP.

PIRT

PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) adalah salah satu izin BPOM yang diperuntukkan bagi industri skala rumah tangga. Sebagian besar industri rumahan berskala kecil harus memiliki izin PIRT dari BPOM. Tetapi ada beberapa produk yang tidak dapat menggunakan izin PIRT, diantaranya : susu dan hasil olahan susu; daging, ikan hingga ungags yang memerlukan proses penyimpanan beku; makanan kaleng dan makanan bayi.

MD

Izin MD dari BPOM merupakan izin untuk industri besar dan bersifat lokal. Bersifat lokal, dalam artian industri skala besar ini memproduksi sendiri produk mereka. Kode MD untuk suatu produk juga dapat berbeda, hal ini tergantung pada lokasi pabrik yang melakukan produksi. Beberapa contoh produk dengan kode MD BPOM adalah produk Indomie dan Indofood.

ML

Izin ML dari BPOM merupakan izin yang diperuntukkan bagi industri besar yang bersifat impor. Berbagai produk makanan dan minuman yang diimpor dan masuk ke Indonesia harus memiliki izin BPOM dan mendapat kode ML. contoh dari produk berkode ML adalah produk – produk Nestle, baik produk yang diimpor langsung maupun melalui proses pengemasan di Indonesia.

SP

Berbeda dengan izin BPOM di atas, SP merupakan Sertifikat Penyuluhan untuk usaha yang diawasi oleh Dinas Kesehatan. Pengusaha dengan izin SP biasanya telah mengikuti penyuluhan yang diberikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten dan diawasi melalui inspeksi dadakan untuk memastikan proses produksi tetap sesuai dengan standar.

CategoryHukum, Jasa

© 2018 Legals.id

                

Hubungi Kami
web stats